JAKARTA-CRIMENEWS: Penyerangan bersenjata di Mumbai, India, bukanlah aksi main-main. Aksi terorisme ini sudah sedemikian terencana, profesional, dan penuh dengan intrik. Korban tewas sedikitnya 135 orang, dan ratusan lainnya luka-luka. Semoga aksi semacam ini tidak merembet ke Jakarta.
Siapa pun pelakunya, siapa pun korbannya, aksi terorisme ini jelas sebuah aksi biadab. Pembunuhan secara membabi buta. Penembakan dan pembakaran. Aksi ini harus dihentikan. Pertumpahan darah harus dituntaskan.
Aksi ini bukan hanya menyisakan ketakutan dan kengerian bagi korban, keluarga, dan kerabat korban. Namun juga telah menyebarkan ketakutan secara menyeluruh. Bukan hanya bagi India, namun mungkin juga bagi bangsa-bangsa lai di belahan bumi ini.
Aparat kepolisian, sebagai penanggungjawab keamanan, harus siap siaga mengamankan situasi. Antisipasi sejak dini, dipastikan bisa memperkecil kemungkinan merembetnya aksi serupa ke Jakarta.
Sudah cukup Jakarta didera berbagai malapetaka. Jangan lagi Jakarta, atau kota-kota besar di Indonesia menjadi korban seperti Mumbai. Kita tidak ingin terjadi Mumbai part 2 di wilayah hukum Indonesia.
Tanggungjawab polisi sangat besar. Harapan masyarakat kepada korp berseragam coklat-coklat ini sangat tinggi. Masyarakat berkeyakinan, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mampu mewujudkan keinginan masyarakat.
Kronologis
Sebagai gambaran, mungkin kronologis penyerangan bersenjata di Mumbai ini bisa menjadi bahan evaluasi dan pencegahan secara bersama.
Berikut kronologi rentetan serangan teroris yang terjadi pada Rabu (26/11/2008) seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (28/11):
- Sekitar pukul 21.20 aksi penembakan terjadi di stasiun kereta Chhatrapati Shivaji, salah satu stasiun tersibuk di dunia. Ribuan penumpang memenuhi stasiun tersebut tiap harinya.
- Dalam waktu sejam, serangkaian serangan lainnya terjadi di 4 lokasi lain yakni Nariman House, bangunan milik kelompok Yahudi ultra-ortodoks, Chabad Lubavitch; Restoran Leopold, tempat yang populer di kalangan turis; Hotel Oberoi, hotel berbintang lima; Hotel Taj Mahal Palace and Tower, hotel mewah dan terkenal sejak 1903 yang sempat disinggahi para selebritis dunia.
- Pukul 22.50 aksi penembakan terjadi di dekat kantor koran Times of India di bagian selatan Kota Mumbai. Kemudian diikuti dengan serangan di dekat Bombay Municipal Corporation, lembaga negara yang mengatur Mumbai dan Rumah Sakit Cama di Mumbai selatan serta Rumah Sakit GT di Mumbai tengah.
- Tak lama setelah pukul 00.00, para penyerang melancarkan serangan di Vidhan Sabha, majelis legislatif di India.
- Sekitar pukul 03.00 Kamis (27/11/2008), kebakaran hebat terjadi di Hotel Taj Mahal dan sejam kemudian otoritas mulai mengawal orang-orang keluar dari hotel mahal tersebut.
- Pukul 09.15 pasukan keamanan India dikerahkan untuk merebut Hotel Taj dan Oberoi yang dikuasai teroris.
- Pukul 10.30 anggota pasukan Garda Keamanan Nasional mulai melakukan pemeriksaan dari kamar ke kamar di Hotel Taj. Dalam sejam kemudian, pasukan India mengepung Nariman House dan media setempat melaporkan orang-orang sedang diselamatkan dari Hotel Oberoi. (Joe)
Aksi ini bukan hanya menyisakan ketakutan dan kengerian bagi korban, keluarga, dan kerabat korban. Namun juga telah menyebarkan ketakutan secara menyeluruh. Bukan hanya bagi India, namun mungkin juga bagi bangsa-bangsa lai di belahan bumi ini.
Aparat kepolisian, sebagai penanggungjawab keamanan, harus siap siaga mengamankan situasi. Antisipasi sejak dini, dipastikan bisa memperkecil kemungkinan merembetnya aksi serupa ke Jakarta.
Sudah cukup Jakarta didera berbagai malapetaka. Jangan lagi Jakarta, atau kota-kota besar di Indonesia menjadi korban seperti Mumbai. Kita tidak ingin terjadi Mumbai part 2 di wilayah hukum Indonesia.
Tanggungjawab polisi sangat besar. Harapan masyarakat kepada korp berseragam coklat-coklat ini sangat tinggi. Masyarakat berkeyakinan, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mampu mewujudkan keinginan masyarakat.
Kronologis
Sebagai gambaran, mungkin kronologis penyerangan bersenjata di Mumbai ini bisa menjadi bahan evaluasi dan pencegahan secara bersama.
Berikut kronologi rentetan serangan teroris yang terjadi pada Rabu (26/11/2008) seperti dilansir Sydney Morning Herald, Jumat (28/11):
- Sekitar pukul 21.20 aksi penembakan terjadi di stasiun kereta Chhatrapati Shivaji, salah satu stasiun tersibuk di dunia. Ribuan penumpang memenuhi stasiun tersebut tiap harinya.
- Dalam waktu sejam, serangkaian serangan lainnya terjadi di 4 lokasi lain yakni Nariman House, bangunan milik kelompok Yahudi ultra-ortodoks, Chabad Lubavitch; Restoran Leopold, tempat yang populer di kalangan turis; Hotel Oberoi, hotel berbintang lima; Hotel Taj Mahal Palace and Tower, hotel mewah dan terkenal sejak 1903 yang sempat disinggahi para selebritis dunia.
- Pukul 22.50 aksi penembakan terjadi di dekat kantor koran Times of India di bagian selatan Kota Mumbai. Kemudian diikuti dengan serangan di dekat Bombay Municipal Corporation, lembaga negara yang mengatur Mumbai dan Rumah Sakit Cama di Mumbai selatan serta Rumah Sakit GT di Mumbai tengah.
- Tak lama setelah pukul 00.00, para penyerang melancarkan serangan di Vidhan Sabha, majelis legislatif di India.
- Sekitar pukul 03.00 Kamis (27/11/2008), kebakaran hebat terjadi di Hotel Taj Mahal dan sejam kemudian otoritas mulai mengawal orang-orang keluar dari hotel mahal tersebut.
- Pukul 09.15 pasukan keamanan India dikerahkan untuk merebut Hotel Taj dan Oberoi yang dikuasai teroris.
- Pukul 10.30 anggota pasukan Garda Keamanan Nasional mulai melakukan pemeriksaan dari kamar ke kamar di Hotel Taj. Dalam sejam kemudian, pasukan India mengepung Nariman House dan media setempat melaporkan orang-orang sedang diselamatkan dari Hotel Oberoi. (Joe)

0 komentar:
Posting Komentar