Rabu, 08 Oktober 2008

GARA-GARA PERCAYA PARANORMAL, UANG MILIARAN RUPIAH LENYAP

JAKARTA-CRIMENEWS: Zaman sudah moderen seperti ini, ternyata masih ada orang-orang berpendidikan tinggi yang percaya kepada paranormal. Akibatnya, ingin mendapatkan untung dengan cepat, malah menjadi 'buntung'.

Inilah salah satu kisah sedih di balik keinginan sukses secara instan. Hal-hal yang tidak masuk akal sehat, sepertinya dihalalkan untuk mencapai obsesi tersebut.

Seperti Eka Setiawati, seorang pemilik bengkel di bilangan Bintaro, demi melancarkan peruntungan usahanya, Eka rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah untuk seorang paranormal, mulai dari tahun 2003-2008.

Kisah ini berawal pada Agustus 2002. Saat itu, usaha bengkel Eka sedang lesu karena sepi order. Di tengah-tengah kelesuan itu, oleh seorang temannya, Eka diperkenalkan dengan seorang paranormal bernama Juriah. Singkat cerita, pada tanggal 23 Januari 2003, Eka membutuhkan jasa Juriah untuk menyulap usahanya hingga laris manis.

Juriah pun menyanggupinya, ia mengajukan sejumlah syarat yang harus dipenuhi Eka. Awalnya, Eka diharuskan membeli seekor kambing dan sesajen lengkap lainnya dengan total biaya Rp 3 juta.

Eka juga harus menjalani sejumlah ritual ruwatan yang dilakukan di rumah Juriah yang berada di Pondok Aren, Tangerang. Pada ruwatan pertama, yang dilakukan di Pelabuhan Ratu, Eka bahkan harus merogoh kantong hingga Rp 15 juta.

Sejak ritual di Pelabuhan Ratu itu, ungkap Eka di Polda Metro Jaya, Rabu (8/10), ia secara tidak sadar kerap menemui Juriah di rumahnya dan selalu memenuhi semua permintaan yang disarankan Juriah.
Ritual demi ritual dilakukan Eka dengan bimbingan Juriah, dan tentun saja setiap ritual selalu mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah. Namun usaha Eka tak kunjung membaik. Bengkelnya tetap sepi. Eka mulai jengkel dan ia pun komplain kepada Juriah.

Jawaban Juriah selalu berbelit-belit. Bahkan Juriah mengatakan kalau ritual yang ia lakukan belum lengkap. Eka diharuskan melakukan ritual lagi, termasuk membeli minyak Ponibasalwah seharga Rp 110 juta. Eka menolak perintah melakukan ritual itu, karena ia sudah tidak punya uang lagi.

Jawaban Eka tidak membuat Juriah mundur, ia malah menyarankan agar Eka meminjam uang Rp 350 juta kepada Yohanna, seorang pedagang berlian, yang ternyata adalah teman Juriah.

Eka yang setengah sadar itu awalnya tidak yakin akan mendapatkan pinjaman dari Yohanna. Namun Juriah meyakinkan dirinya dan akan membantu bicara kepada Yohanna agar meminjamkan uang. Ternyata Yohanna mau meminjamkan uangnya. Uang itu pun, ternyata tidak diserahkan kepada Eka, semuanya dibawa Juriah. Eka juga diam saja.

Ternyata ulah Juriah belum selesai. Juriah kembali menyarankan agar Eka meminjam uang kepada Fajar Suwintono dan Hani dengan menjaminkan sertifikat tanah dan BPKP mobil.

Namun langkah Juriah terhenti di sini, kedok Juriah terbongkar ketika Robby, mantan kekasih gelap Juriah, menceritakan kebohongan sang paranormal tersebut. Sontak, Eka seperti tersambar petir di siang bolong.
Kemalangan yang menimpa Eka belum juga berakhir. Pada akhir tahun 2007, Kris, suaminya, menceraikan Eka karena ia dinilai telah menghabiskan kekayaan suaminya dan bahkan terbelit utang.

Kasus yang membelit Eka ini, Sabtu (6/9) lalu telahdilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/2269/K/IX/2008/Unit III. "Saya berharap polisi bisa menyelesaikan kasus ini. Saya sudah ditipu mentah-mentah," katanya. (Joe)

Readmore ""

POLDA BABEL AWASI ANGGARAN REKLAMASI

JAKARTA-CRIMENEWS: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kalau kita lihat dari udara, terlihat jelas kubangan-kubangan bekas galian tambang timah, baik yang ditinggalkan industri maupun penambang rakyat atau penambang konvensional.

Kondisi ini sangat berlawanan dengan adanya dana reklamasi lahan yang mencapai triliunan rupiah untuk merehabilitasi lahan yang rusak akibat penambangan. Menyikapi kerusakan lahan yang tiada akhir dan dana yang terus mengalir, membuat petinggi Polda Kepulauan Babel mulai menelisik dan mengawasi keberadaan dana itu.

Bahkan Kapolda Kepulauan Babel Brigjen Pol Iskandar Hasan, mensinyalir adanya ketidakberesan penggunaan dana dalam upaya reklamasi lahan yang rusak akibat penambangan timah. Menurutnya, sedikitnya dana Rp 2,6 triliun yang harus digunakan untuk mereklamasi lahan 350 ribu hektar tidak jelas penggunaannya.

"Memang ada yang tidak masuk akal, reklamasi seharusnya sudah beberapa tahun lalu dilaksanakan, namun kenyataannya lahan tetap rusak dan tidak ada perbaikan sama sekali," kata Kapolda Babel Brigjen Pol Iskandar Hasan, saat ditanya wartawan di sela-sela pendidikan dan pelatihan antikorupsi pada wilayah hukum Polda Babel, di Pangkalpinang, belum lama ini.

Menurutnya, pihaknya secepatnya akan membuat tim yang khusus menangani masalah ini. Tim akan memfokuskan pada masalah dana reklamasi. Dana itu, lanjutnya, belum diketahui secara pasti keberadaannya. Apakah raib atau memang belum disetor ke kas daerah. "Semuanya akan kita dalami, termasuk keberadaan bukti setorannya," katanya.

Dugaan adanya penyelewengan dana ini, menurutnya, karena ada data yang menyebutkan setiap hektar lahan yang rusak akibat adanya penambangan, mendapatkan dana 750 ribu dolar AS. Dana ini jika dikalikan dengan luasan lahan yang rusak sekitar 350 ribu hektare, tercatat terdapat dana Rp 2,625 triliun.

"Ke mana dana itu? Kalau memang untuk reklamasi, yang mana yang sudah direklamasi?," katanya dengan nada bertanya.

Penyidikan, lanjutnya, bisa dilakukan melalui perusahaan yang memiliki kewajiban menyetor dana reklamasi. Selain itu, bisa juga dimulai dari catatan masuk keungan daerah.

Itu semua, lanjutnya, untuk mengetahui apakah dana itu memang benar-benar sudah disetor atau belum. Berdasarkan data di Mapolda Babel, di wilayah hukum Polda Kepulauan Babel terdapat beberapa pengolahan tambang timah yang beroperasi, di antaranya PT Timah, PT Kobatin, dan PT Bangka Belitung Timah Sejahtera.

Belum termasuk perusahaan lain yang berskala menengah ke bawah. Kasus reklamasi lahan ini, lanjutnya, menjadi perhatian utama Polda Babel. Penyidikan akan dilakukan pada awal Ramadhan 2008 ini.
"Kita harapkan ini akan segera menjadi titik awal bagi pengungkapan kasus korupsi lainnya di Babel," katanya. (Joe)

Readmore ""

Selasa, 07 Oktober 2008

YANG MELAKUKAN PENYERANGAN TERANCAM DIPECAT

MAKASSAR-CRIMENEWS: Sedikitnya tujuh dari 22 orang anggota Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Polda Sulselbar yang diamankan di Mapolda Sulselbar dinyatakan melanggar Disiplin dan Kode etik kepolisian serta terbukti melakukan tindak pidana.

Kabid Humas Mapolda Sulselbar, Kombes Pol Hery Subiansauri di Makassar, Selasa, mengatakan, 22 orang anggota Bintara Polda yang melakukan penyerangan kepada warga sudah diamankan di bagian profesi dan pengamanan (Propam) Polda.

"22 anggota polisi itu sudah diamankan dan diperiksa di bagian Propam. Tujuh diantaranya terbukti melanggar Disiplin, kode etik serta melanggar pidana. Sedangkan 15 diantaranya hanya melanggar disiplin dan kode etik saja," katanya, seperti dikutip ANTARA.

Sebanyak 22 orang aparat polisi yang berpangkat Bintara Dua (Bripda) tersebut yakni, Khr, Mbu, Au, Ca, Sht, Abr, Af, Ma, Maa, Ew, Ibp, Rhm, Rt, Zr, Ap, Hy, Lo, Jn, Hd, Hs, Nf, Fc, Ab.

Setelah melewati sidang kode etik dan disiplin, ketujuh orang oknum polisi ini akan dikenakan pasal 170 (1) Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Polri tidak akan pandang bulu, siapapun yang melanggar hukum akan ditindaki dengan tegas dan jika pelanggarannya berat sanksi hukuman seperti pemecatan akan dilakukan," tegasnya. (Ant/Joe)

Readmore ""

POLISI BANDUNG SITA 16 RIBU BOTOL MIRAS


BANDUNG-CRIMENEWS: Lebih dari 16 ribu botol minuman keras berbagai merek berhasil disita dari berbagai toko kelontong dan warung jamu di wilayah hukum Polresta Bandung Timur dalam razia penyakit masyarakat sejak awal Ramadhan hingga pekan ini.

Kasat Reskrim Polresta Bandung Timur AKP Djamudin kepada pers di Bandung, Selasa mengatakan, sebelumnya pihaknya berhasil menyita sekitar 15 ribu botol minuman keras dan akhir pekan ini menyita lagi sebanyak 1.300 botol miras berbagai merek.

Dalam operasi Pekat 2008 itu, kata Djamudin sepereti dikutip ANTARA, pihaknya juga mengamankan empat orang preman di bilangan Ujungberung yang sering kali meresahkan masyarakat setempat karena kerap memalak.
Barang bukti minuman keras sebanyak itu akan segera dimusnahkan agar tidak beredar kembali di tengah masyarakat dan razia miras juga tidak akan pernah berhenti, mengingat pangkal tindak kriminalitas seringkali diawali dengan mabuk-mabukan minuman keras.

"Kami tidak akan pernah berhenti memberantas minuman keras, karena selain menjadi pemicu tindak kriminalitas, juga belakangan ini sering kali menjadi penyebab kematian seperti yang terjadi di Pantura Jabar," katanya.

Sesuai perintah Kapolda Jabar, kata dia, pihaknya terus melakukan razia minuman keras yang dijajakan di warung jamu maupun di toko kelontong serta yang kebetulan tengah didistribusikan melalui jalur Bandung Timur. (Ant/Joe)

Readmore ""

Senin, 06 Oktober 2008

DEMI MEMBELA SANG PACAR, PISTOL POLISI MELEDAK


JAKARTA-CRIMENEWS: Weliyah Wahab, warga Banjar Agung, Unit II, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, tertembak di pelipis kiri. Insiden ini terjadi menyusul percekcokan yang terjadi antara Weliyah dan Bripda Yudi Satria (21) anggota Polsek Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, pada Minggu (5/10) pukul 22.30 WIB.

Informasi dari Lampung mengungkapkan, insiden ini dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid) Humas Polda Lampung, Kompol Kusdiana, Senin (6/10). Saat jumpa pers di Polda Lampung, Kusdiana mengatakan, percekcokan itu terjadi akibat ulah Weliyah yang selalu menggoda pacar Bripda Yudi, seorang polwan di Polres Tulang Bawang bernama Bripda Eka (21).

Merasa pacarnya terganggu, Bripda Yudi kemudian mendatangi Weliyah yang sedang nongkrong bersama beberapa teman-temannya. Awalnya Yudi hanya ingin menegur Weliyah, tetapi teguran yang disampaikan Yudi berubah menjadi percekcokan.

Bahkan Yudi kemudian dikeroyok oleh Weliyah dan teman-temannya. Kusdiana menduga, kemungkinan Yudi merasa trauma dengan kejadian pengeroyokan polisi, maka Yudi lalu mengeluarkan pistolnya.
Menurut Kusdiana, dari hasil pemeriksaan di Polres Tulang Bawang, saat pistol dikeluarkan, sempat terjadi tarik-menarik pistol antara Yudi dan Weliyah. Secara tak diduga pistol meledak dan satu peluru melukai pelipis kiri Weliyah.

Ia menambahkan, dari hasil visum RS Bhayangkara Polda Lampung, diketahui peluru itu menyerempet pelipis kiri Weliyah. Saat ini korban ada di RSUD Abdul Moeloek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini, lanjut Kusdiana, pihaknya belum bisa memastikan siapa yang salah dalam kasus ini. Karena pemeriksaan masih dilakukan terhadap Yudi dan saksi-saksi lainnya. "Pemeriksaan masih berlangsung, hasilnya nanti akan kita sampaikan," kata Kusdiana. (Joe)

Readmore ""

MIRAS, PENCABUT NYAWA YANG TETAP DISUKAI


JAKARTA-CRIMENEWS: Kasus tewas akibat menenggak minuman keras (miras) sudah sering terjadi di Indonesia. Namun semua itu tidak membuat masyarakat yang menyukai minuman beralkohol itu menghentikan kebiasaannya. Bahkan mereka tetap melakukan pesta miras. Tidak tanggung-tanggung, dalam pesta miras selama tiga dua bulan trakhir, tercatat 36 nyawa manusia melayang sia-sia di ujung botol miras.
Kasus terakhir, terjadi pada perayaan hari raya Idul Fitri 1429 H. Hari yang diyakini oleh umat Islam sebagai hari yang fitri, suci, dinodai dengan pesta miras. Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan orang dirawat di rumah sakit akibat keracunan miras di Indramayu, Deli Serdang dan Jayapura, Papua.
Di Indramayu, selain korban tewas, puluhan orang harus dirawat di beberapa rumah sakit. Awalnya empat orang dilaporkan muntah-muntah dan tak sadarkan diri setelah merayakan lebaran di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Sabtu (4/10). Mereka diduga mengalami intoxicasi alkohol (keracunan alkohol).
Keempat warga yang tewas tersebut merupakan nelayan di Desa Eretan Wetan, yakni Beni bin Dulgani (18), Rusdi bin Ramun(17), Herman bin Durahman, (32) dan Heryanto bin Durahman (26). Mereka tewas setelah menenggak miras jenis W&N.
Kejadian memilukan ini mengingatkan kasus serupa di bulan Ramadhan, belum lama ini, yang menewaskan 16 orang. Saat itu Ramadhan yang baru minginjak minggu kedua diwarnai pesta miras di beberapa tempat, yakni di Losarang, Gabuswetan, Terisi, Kandanghaur dan Kertasmaya.
Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb menegaskan miras yang dikonsumsi di desa Eretan seluruhnya dipasok dari luar Indramayu, mengingat sebelumnya pihaknya gencar melakukan razia miras.
Sementara itu di Jombang Jawa Timur, kepolisian setempat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pesta miras di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam yang telah menewaskan dua orang warga. Dalam olah TKP, Minggu, petugas kepolisian menemukan tiga kantong plastik yang diduga bekas tempat miras oplosan dalam pesta miras, Sabtu (4/10) malam lalu.
Pesta miras yang digelar di Desa Carangwulung telah merenggut nyawa Satiran (37) dan Paryanto (23), keduanya warga Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam. Keduanya diduga mengalami keracunan alkohol dalam miras oplosan.
Di Jayapura, dua dari lima anggota Batalyon 756 Wamena, Jumat (3/10) tewas setelah sehari sebelumnya meminum miras oplosan. Selain kedua korban tewas, satu rekan lainnya saat ini dalam kondisi kritis di RSUD Wamena. Kelima anggota Yon 756 itu minum miras yang dicampur dengan berbagai jenis minuman lainnya itu itu terdiri atas Kopda Amsal Magapa, Praka Melkianus Choi, Pratu Daud Kimko, Praka Anthonius Mabel dan Pratu Yupinus Kogoya.
Komandan Batalyon Danyon 756 Wamena Letkol Infantri B C Pardede mengakui ada kasus yang menewaskan dua anggotanya dan saat ini jenazahnya sudah diterbangkan ke Jayapura untuk dimakamkan. "Mereka bukan pesta miras melainkan minum miras buatan lokal setelah pulang silaturahmi ke rumah rekan rekannya yang beragama Islam dan mengalami diare hingga keesokan harinya dua orang diantaranya meninggal," kata dia.
Di Deli Serdang dilaporkan, tiga orang meninggal dunia dan 11 dalam kondisi kritis. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharuddin Djafar, Minggu, mengatakan, korban yang meninggal dunia adalah M. Yunus, Khaidir dan Khairul Sunardi. Korban mengoplos miras merk Mansion House VSOP dengan merk Scout yang diberi minuman ringan merk Pepsi Blue. (Joe)

Readmore ""

481 TEWAS DALAM 1.085 KASUS KECELAKAAN LALULINTAS


JAKARTA-CRIMENEWS: Jumlah korban kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat yang digelar dalam rangka perayaan Idul Fitri 1429 H sungguh memprihatinkan. Kepala Divis Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menyatakan, sebanyak 481 orang tewas selama Operasi Ketupat ini.
Selain korban tewas, Polri juga mencatat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sebanyak 1.085 kasus. Dari jumlah itu, korban luka berat mencapai 608 orang, dan korban luka ringan 1.043 orang. "Jumlah ini merupakan hasil operasi mulai 25 September hingga 5 Oktober 2008. Tapi jumlah ini bisa saja bertambah karena operasi belum selesai," katanya di Jakarta, Sabtu.
Lebih lanjut Abubakar mengatakan, selama Operasi Ketupat terjadi 34.169 pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran terbanyak dilakukan pengendara sepeda motor, yakni 23.484 kasus, sementara mobil penumpang 6.988 kasus, bus 1.118 kasus, dan pelanggaran mobil beban/truk 2.679 kasus.
Kerugian materiil terkait kecelakaan lalu lintas di jalan raya ini mencapai Rp 562 miliar. Total kendaraan bermotor yang terlibat laka lantas mencapai 1.373 unit yang terdiri atas 977 sepeda motor, 260 mobil penumpang, 72 mobil bus, dan 151 mobil beban.
Penyebab kecelakaan, kata Abubakar, sebagian besar karena faktor manusia -- antara lain pelanggaran rambu lalu lintas dan langgar marka jalan. Namun data persis terkait jenis kelamin dan korban belum diketahui karena polisi baru merekapitulasi jumlah dan jenis pelanggaran yang terjadi selama Operasi Ketupat.
Rekapitulasi data Operasi Ketupat Lebaran 2008 menunjukkan penurunan kuantitas pelanggaran dan korban laka lantas. Pada Operasi Ketupat 2007, selama H-7 hingga H+8 Lebaran, laka lantas mencapai 1.875 kasus dengan 798 korban tewas, 952 korban luka berat, dan 2.034 korban luka ringan.
Namun jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Lebaran 2008 diperkirakan masih bertambah. Pasalnya, arus balik mudik Lebaran baru mencapai puncak pada Minggu malam hingga Senin dini hari. Bahkan arus balik diperkirakan masih berlangsung hingga minggu depan. Itu terjadi karena banyak sekolah libur hingga 11 Oktober. (Joe)

Readmore ""