Senin, 06 Oktober 2008

MIRAS, PENCABUT NYAWA YANG TETAP DISUKAI


JAKARTA-CRIMENEWS: Kasus tewas akibat menenggak minuman keras (miras) sudah sering terjadi di Indonesia. Namun semua itu tidak membuat masyarakat yang menyukai minuman beralkohol itu menghentikan kebiasaannya. Bahkan mereka tetap melakukan pesta miras. Tidak tanggung-tanggung, dalam pesta miras selama tiga dua bulan trakhir, tercatat 36 nyawa manusia melayang sia-sia di ujung botol miras.
Kasus terakhir, terjadi pada perayaan hari raya Idul Fitri 1429 H. Hari yang diyakini oleh umat Islam sebagai hari yang fitri, suci, dinodai dengan pesta miras. Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan orang dirawat di rumah sakit akibat keracunan miras di Indramayu, Deli Serdang dan Jayapura, Papua.
Di Indramayu, selain korban tewas, puluhan orang harus dirawat di beberapa rumah sakit. Awalnya empat orang dilaporkan muntah-muntah dan tak sadarkan diri setelah merayakan lebaran di Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Sabtu (4/10). Mereka diduga mengalami intoxicasi alkohol (keracunan alkohol).
Keempat warga yang tewas tersebut merupakan nelayan di Desa Eretan Wetan, yakni Beni bin Dulgani (18), Rusdi bin Ramun(17), Herman bin Durahman, (32) dan Heryanto bin Durahman (26). Mereka tewas setelah menenggak miras jenis W&N.
Kejadian memilukan ini mengingatkan kasus serupa di bulan Ramadhan, belum lama ini, yang menewaskan 16 orang. Saat itu Ramadhan yang baru minginjak minggu kedua diwarnai pesta miras di beberapa tempat, yakni di Losarang, Gabuswetan, Terisi, Kandanghaur dan Kertasmaya.
Kapolres Indramayu AKBP Syamsudin Djanieb menegaskan miras yang dikonsumsi di desa Eretan seluruhnya dipasok dari luar Indramayu, mengingat sebelumnya pihaknya gencar melakukan razia miras.
Sementara itu di Jombang Jawa Timur, kepolisian setempat menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pesta miras di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam yang telah menewaskan dua orang warga. Dalam olah TKP, Minggu, petugas kepolisian menemukan tiga kantong plastik yang diduga bekas tempat miras oplosan dalam pesta miras, Sabtu (4/10) malam lalu.
Pesta miras yang digelar di Desa Carangwulung telah merenggut nyawa Satiran (37) dan Paryanto (23), keduanya warga Dusun Sumber, Desa/Kecamatan Wonosalam. Keduanya diduga mengalami keracunan alkohol dalam miras oplosan.
Di Jayapura, dua dari lima anggota Batalyon 756 Wamena, Jumat (3/10) tewas setelah sehari sebelumnya meminum miras oplosan. Selain kedua korban tewas, satu rekan lainnya saat ini dalam kondisi kritis di RSUD Wamena. Kelima anggota Yon 756 itu minum miras yang dicampur dengan berbagai jenis minuman lainnya itu itu terdiri atas Kopda Amsal Magapa, Praka Melkianus Choi, Pratu Daud Kimko, Praka Anthonius Mabel dan Pratu Yupinus Kogoya.
Komandan Batalyon Danyon 756 Wamena Letkol Infantri B C Pardede mengakui ada kasus yang menewaskan dua anggotanya dan saat ini jenazahnya sudah diterbangkan ke Jayapura untuk dimakamkan. "Mereka bukan pesta miras melainkan minum miras buatan lokal setelah pulang silaturahmi ke rumah rekan rekannya yang beragama Islam dan mengalami diare hingga keesokan harinya dua orang diantaranya meninggal," kata dia.
Di Deli Serdang dilaporkan, tiga orang meninggal dunia dan 11 dalam kondisi kritis. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharuddin Djafar, Minggu, mengatakan, korban yang meninggal dunia adalah M. Yunus, Khaidir dan Khairul Sunardi. Korban mengoplos miras merk Mansion House VSOP dengan merk Scout yang diberi minuman ringan merk Pepsi Blue. (Joe)

0 komentar: