Kamis, 30 Oktober 2008

PENCULIKAN ANAK KEMBALI MARAK

JAKARTA-CRIMENEWS: Awas, aksi penculikan kembali marak, kembali ngetren. Moodus penculikan ini, selama ini hanya karena uang atau pelaku meminta tebusan kepada keluarga korban.



Pemain-pemain baru dalam dunia penculikan ini sepertinya tidak ada kapoknya, padahal aksi semacam ini selalu berhasil digagalkan kepolisian.

Kini, jajaran Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) melakukan pengejaran terhadap pelaku penculikan terhadap Maharani Nuranika (5,5), putri ketiga Sersan Mayor Tata Mardi Utama (37), yang beralamat di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang terjadi Rabu (29/10/2008).

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kaksat Reskrim) Polres Metro Jaktim, Komisaris Polisi (Kompol) Royke Harilangi, Kamis (30/10/2008), secara teknis kasus ini ditangani Polsek Metro Pasar Rebo, namun Polres Metro Jaktim mendukung dengan menyebar anggotanya guna menangkap pelaku penculikan dan membebaskan korban dengan selamat.

Maharani diculik Rabu petang oleh kenalan keluarga yang malamnya menginap di rumah keluarga itu, dengan dalih mengantar anak tersebut membeli pulsa telepon.

Informasi di Mapolres Metro Jaktim menyebutkan, pada Rabu malam, pelaku sempat menghubungi keluarga korban dan menjanjikan akan melepas anak itu disekitar rumah korban. Namun hingga Kamis dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, korban tidak nampak.

Setelah itu, pelaku melakukan komunikasi per telepon dengan keluarga korban. Pelaku juga meminta tebusan sejumlah uang. Namun pelaku tidak menyebutkan no rekening bank yang akan digunakan untuk mentransfer uang tebusan.

Pelaku terkesan kurang profesional, karena polisi bisa mendeteksi nomor panggilan telepon yang digunakan untuk berkomunikasi dengan keluarga korban, menggunakan kode area Banten.

Menurut Titin Nurbayanti, ibu korban, pelaku penculikan telah dikenal keluarganya sejak tahun 2006 lalu. "Kenalnya sekitar dua tahun lalu. Dia satu kampung dengan bapak. Mengakunya tinggal di Bekasi," katanya. (Joe)

0 komentar: