JAKARTA-CRIMENEWS: Eksekusi mati ketiga bomber Bali, Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra, dikhawatirkan akan memiliki dampak yang bisa mengganggu keamanan. Karena itu, semua pihak mulai melakukan meningkatkan kewaspadaan.
Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Soewarno meminta kepada prajurit dan masyarakat di Jatim agar mewaspadai dampak dari rencana eksekusi itu.
"Wilayah Jatim yang berdekatan dengan Jateng tidak menutup kemungkinan terkena imbas dari rencana eksekusi itu. Karenanya seluruh prajurit TNI dan masyarakat Jatim waspada," kata Komandan garnisun Tetap III itu pada pengarahan untuk prajurit TNI di Surabaya, Jumat (31/10/2008).
Mantan Komandan Paspampres itu minta masyarakat saling bahu membahu meningkatkan keamanan wilayahnya, agar terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan, khususnya masyarakat Jatim dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
"Masalah Amrozi ini merupakan perkembangan situasi yang harus diwaspadai karena akan dieksekusinya pelaku Bom Bali itu. Menurut informasi, kaki tangan Amrozi Cs akan melakukan tindakan balas dendam terhadap para pejabat hukum yang telah menjatuhkan hukuman," katanya.
Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menghimbau agar seluruh masyarakat Bali tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan.
"Saya meminta agar rakyat Bali tidak bereaksi secara berlebihan," kata Pastika.
Pastika pun berharap rakyat Bali menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Wesnawa. Ia mengatakan pelaksanaan eksekusi terpidana bom Bali sudah menjadi wewenang penegak hukum. Wesnawa pun menghimbau masyarakat Bali jangan bersikap berlebihan.
"Setelah dieksekusi ya masyarakat biasa sajalah. Jangan sampai pesta syukuran atau sebagainya," kata Wesnawa.
Rakyat Bali seharusnya sudah cukup senang dengan dijalankannya eksekusi mati terhadap para terpidana. Pasalnya, rencana eksekusi mati para terpidana bom Bali I seringkali mengalami penundaan. (Antara/Joe)
0 komentar:
Posting Komentar