Jumat, 31 Oktober 2008

BOCAH TAK BERDOSA JADI KORBAN




PEKALONGAN-CRIMENEWS: Canda tawa dan keceriaan Makin Muamin (7), tidak akan pernah lagi mengisi ruang-ruang di rumahnya. Ia tewas di tangan Slamet Arofa (16), yang diduga stres. Korban kebiadaban Slamet lainnya adalah Firdaus (3). Kini Firdaus harus dirawat intensif akibat luka bacokan senjata tajam dari Slamet.


Tragedi mengerikan ini terjadi Kamis (31/10/2008) pagi, saat itu Muamin tengah bermain di teras rumahnya, di Desa Jenggot Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng). Tiba-tiba datanglah Slamet yang tengah membawa golok. Tanpa banyak bicara, Slamet langsung mengayunkan goloknya dan menebas kepala anak itu.

Beberapa orang yang melihat kejadian itu, langsung berteriak histeris. Sebagian berusaha menolong korban, sebagian lain berusaha merampas senjata tajam di tangan pelaku. Namun pelaku sempat berkelit dan bahkan bisa menyabetkan senjatanya ke arah Firdaus yang sedang dalam gendongan ibunya.

Slamet seperti kesetanan, dua korban sudah terkapar dan berlumuran darah. Melihat kejadian ini, warga semakin marah dan akhirnya mengepung pelaku dan meringkusnya. Massa yang emosi, sempat menghajar pelaku, namun pelaku tidak sampai tewas dan kemudian diserahkan ke polisi.

Naas nasib Muamin, ia tewas saat dalam perjalanan ke RSU Kraton, Pekalongan. Sedang Firdaus masih harus menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang yang di deritanya. Kamis sore itu juga, jenazah siswa kelas 2 SDN itu dikebumikan di pemakaman setempat. Sebuah duka mendalam menyelimuti keluarga Muamin.

Kapolresta Pekalongan AKBP Jan De Fretes melalui Kapolsekta Pekalongan Selatan, AKP Ghufron, mengatakan, pelaku sejak dua tahun terakhir dikenal suka mengamuk sehingga membuat takut para tetangganya.

"Dari pemeriksaan sementara, tersangka Slamet diduga mengidap gangguan jiwa sehingga setelah diamankan petugas, tersangka langsung dikirim ke rumah sakit jiwa di Semarang," katanya. (Joe)

0 komentar: