JAKARTA-CRIMENEWS: Jika kita amati masalah tertangkapnya tersangka kasus terorisme, Wahyu cs, di Kelapa Gading dan klaim dari aparat kepolisian bahwa sasaran tembak mereka adalah Depo Pengisian dan Distribusi BBM Plumpang, Jakut, sepertinya "sasaran tembak" para teroris sudah berubah.
Militansi kelompok teroris, siapa pun kelompok mereka, baik kelompok Azahari, kelompok Poso, kelompok Ambon dan kelompok lainnya, selama ini selalu menargetkan obyek-obyek yang terkait dengan Amerika Serikat (AS) atau orang asing.
Gedung yang diledakkan, rata-rata menjadi basis kegiatan kaum repatriat, atau tempat berkumpulnya orang-orang bule di Indonesia. Selama ini, sasaran mereka juga kelompok negara asing.
Tetapi mengapa tiba-tiba Wahyu cs membelokkan sasaran pelatuk mereka? Adalah yang salah dalam doktrim mereka? Atau teroris sudah mulai melirik obyek vital yang bisa menghasilkan uang? Atau mereka sudah mulai menjadi teror bayaran yang aktivitasnya tergantung berapa besar pemesan bisa membayar mereka?
Entahlah, yang jelas, menurut Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, saat ini fokus kelompok teroris sudah mulai bergeser pada pemerintah yang memerangi terorisme. Sasarannya adalah objek-objek vital milik pemerintah.
Pernyataan ini disampaikan Kapolri di Mabes Polri, Jumat (24/10/2008), seusai melantik mantan Kapolda Jawa Barat Irjen Susno Duaji sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggantikan dirinya.
Pernyataan Bambang Hendarso ini sekaligus menjawab keraguan masyarakat terkait dengan klaim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang menyatakan kelompok teroris Wahyu Cs yang digulung di Kelapa Gading akan meledakkan Depo Pertamina Plumpang.
Menurut Kapolri, dengan bergesernya fokus perlawanan ini, tidak mengada-ada bila kelompok Kelapa Gading yang digulung beberapa waktu lalu membidik Depo Pertamina Plumpang untuk diledakkan.
"Mereka tidak lagi hanya fokus pada kelompok yang berbeda aqidah atau yang mereka sebut sebagai orang kafir. Tapi sekarang juga sudah mulai mengalihkan sasaran pada pejabat atau pemerintah yang memerangi teroris," kata Bambang Hendarso Danuri. (Joe)

0 komentar:
Posting Komentar