Jumat, 20 Februari 2009

AKSI KEKERASAN DAN PREMANISME DI KEPOLISIAN


ADA yang menarik dari tayangan beberapa televisi tentang aksi kekerasan senior terhadap juniornya. Yang lebih menarik lagi, aksi kekerasan atau premanisme itu dilakukan oleh anggota polisi di dalam kompleks asrama polisi.

Polisi kan aparat hukum, kenapa berperilaku melanggar hukum? Ataukah kekerasan dan aksi premanisme seperti itu, sekarang ini, sudah bukan lagi pelanggaran hukum?



Bukan hanya itu pertanyaan yang mencuat ke permukaan, setelah melihat tayangan itu. Ada beberapa pertanyaan lain: Jika sesama anggota korp saja, anggota polisi bisa brutal seperti itu, bagaimana aksi mereka dengan orang di luar korp? Dengan masyarakat?

Lantas, mereka mendapat tugas mengganyang para preman jalanan. Sebenarnya, siapa yang preman? Apakah bisa, preman memberantas preman? Apakah kepolisian memang sudah menjadi lembaga preman?

Sepertinya, pertanyaan semacam itu wajar saja mencuat ke permukaan. Karena aksi ini dilakukan oleh anggota korp yang seharusnya menegakkan hukum. Ini adalah bentuk kekhawatiran masyarakat akan tindakan pelanggaran hukum yang mungkin terjadi.

Juga, sebuah kekhawatiran akan ditirunya aksi kebiadaban senior terhadap junior oleh lembaga pendidikan lain. Seperti di sekolah-sekolah. Ini semua akan menjadi sebuah pendidikan yang sama sekali tidak mendidik.

Mari kita simak tayangan aksi kekerasan itu. Dalam rekaman video berdurasi 4,30 menit itu diperkirakan terjadi pada 2007 di sebuah asrama polisi di Poboya, Kecamatan Palu Timur.

Dalam rekaman tersebut, nampak seorang anggota polisi yang sedang tidur kemudian dibangunkan secara paksa. Selanjutnya, enam anggota polisi lainnya yang merupakan seniornya menampar, memukul dan menendang korban.

Setelah puas melakukan aksinya, keenam oknum tersebut meninggalkan korban, seraya mengancam untuk tidak melaporkan kejadian tersebut.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Suparni Parto, menyatakan, rekaman video tersebut adalah rekayasa, sesuai pengakuan beberapa pelaku yang sudah diperiksa terlebih dahulu.

"Kami sudah memeriksa pelakunya. Jika ada unsur kesengajaan maka akan ditindak tegas sesuai hukum," katanya. Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah memeriksa lima orang dari enam pelaku.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah/DPD asal Sulteng M Ichsan Loulembah, menyatakan, rekaman video kekerasan anggota polisi terhadap polisi lainnya yang beredar luas di masyarakat membuat citra kepolisian semakin buruk.

"Karena itu pihak berwenang harus mengusut kasus tersebut supaya tidak timbul dampak buruk di masyarakat yang makin mencoreng citra kepolisian," kata Ichsan Loulembah.

Dia juga mengimbau anggota polisi agar mampu mengendalikan emosinya karena mereka dalam kesehariannya langsung terjun di tengah masyarakat.

"Kekerasan harusnya menjadi benteng terakhir dari seorang aparat dan jangan diumbar sembarangan," kata Loulembah yang sangat menyayangkan kasus tersebut.

Setelah menyaksikan rekaman tersebut, dia menilai, kultur kekerasan masih sangat kuat tertanam di tubuh kepolisian, dan ulah itu harus segera dievaluasi oleh kepolisian sendiri.

Menanggapi bahwa rekaman tersebut adalah sebuah rekayasa, Loulembah mengatakan, "Jangan cepat menyimpulkan adegan itu adalah rekayasa karena tindakannya terlihat sangat nyata". (joe)

Readmore ""

Rabu, 18 Februari 2009

JAKSEL ZONA MERAH KEJAHATAN

JAKARTA: Wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) dinilai merupakan daerah terawan pada pekan-pekan pertama Februari 2009. Kejahatan yang menonjol yaitu pencurian kendaraan bernotor dan street crime (kejahatan jalanan).



"Memang, peta kerawanan bisa berubah tiap pekan. Kalau bulan lalu Jakarta Utara, pekan-pekan sekarang Jakarta Selatan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono kepada wartawan di Mapolda kemarin.

Kapolda, yang didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kombes M Iriawan dan Kabid Humas Zulkarnain, menyebut selama sepekan terakhir (5-12 Februari 2009), daerah Jaksel masuk zona merah di mana terjadi 146 kasus kriminal.

Kemudian diikuti Jakarta Barat sebanyak 144 kasus, Jakarta Utara 135 kasus, Jakarta Timur 131 kasus, dan wilayah Polres Metro Bekasi sebesar 99 kasus.

Dari data tersebut, terlihat Jakarta Utara yang awalnya dikategorikan zona merah, sekarang mampu meminimilasi angka kejahatan. Hal ini, kata Kapolda Metro Jaya, merupakan gejala postif karena berarti aparat di lapangan meningkatkan patroli kamtibmas.

Kapolda menambahkan, dalam pengungkapan kasus-kasus tersebut, dari total 1.071 kejadian dapat diselesaikan 573 atau sebesar 53,78 persen.

Dalam hal ini Polres Tangerang (kabupaten) merupakan urutan pertama dalam pengungkapan kasus, yaitu sebesar 90,57 persen dan kemudian diikuti Polres Bekasi (kabupaten) sebesar 67,21 persen dan Polres Depok mencapai 65 persen lebih.

"Tingginya angka kriminal di suatu wilayah bisa terjadi karena adanya pergeseran karakteristik kriminal dan adanya perubahan penindakan oleh polisi," ujarnya.

Ditambahkannya, berdasarkan jenis kejahatan yang paling menonjol dan dapat diungkap di wilayah hukum Polda Metro Jaya adalah kejahatan perjudian dari 32 kasus bisa diselesaikan 100 persen, disusul narkoba dari 118 kasus dapat diselesaikan 106 kasus. (sko)

Readmore ""

CALEG TERTANGKAP CURI MOTOR

JAKARTA: Meski menyandang status terhormat yaitu sebagai calon anggota legislatif (caleg), perbuatan HS (47) tidak layak ditiru. Caleg DPRD DKI Jakarta itu nyaris menjadi bulan-bulanan massa menyusul tertangkap tangan mencuri sepeda motor di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur.



"Tersangka HS sekarang ditahan di Polsek Jatinegara. Saya tidak bisa menyebut asal partainya, tapi yang bersangkutan merupakan caleg DPRD DKI dengan nomor urut 10," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain Adinegara disela-sela jumpa pers kejahatan jalanan (street crime) di Jakarta, Senin.

Peristiwa memalukan itu terjadi di Jalan Pemuda Pulo Gadung Jakarta Timur, Minggu (15/2) sekitar pukul 17.00 WIB. HS tidak sendiri. Ia ditemani MS, anggota komplotan. Begitu mendapatkan sasaran, tersangka HS memberikan isyarat kepada tersangka MS untuk membawa motor Supra Fit B 6619 TCX milik pengunjung rumah makan Suharti.

Kedua tersangka lalu menuntun motor tersebut. Ketika baru sejauh 200 meter dari lokasi kejadian, tiba-tiba keduanya diteriaki maling. Pemilik kendaraan Jayus Sasongko minta warga sekitar menangkap kedua pencuri tersebut. Warga yang tanggap seketika langsung mengejar pelaku dan menangkap HS dan MS. Meski tidak babak belur, tersangka diamankan ke Pos Polisi setempat.

Menurut Zulkarnain, melihat modus operandinya, kedua tersangka belum biasa melakukan pencurian. Motifnya karena kesulitan ekonomi. Motor saat itu sedang tidak dikunci, lalu dibawa kabur oleh pelaku. Menurut Kapolsek mereka mencuri karena faktor ekonomi, bukan untuk kampanye," kata mantan Kapoltabes Aceh itu.

Sementara itu dalam paparan tentang operasi kejahatan jalanan dan premanisme, Polda Metro Jata dan jajaran polres menangkap 18.826 orang. Tapi setelah diperiksa, 16.225 orang dilepas karena tidak terbukti atau disalurkan untuk dibina. (sko)

Readmore ""

KASUS KEJAHATAN JALANAN TERUNGKAP

JAKARTA: Kepolisian Republik Indonesia sungguh-sungguh ingin membuktikan untuk memberantas kejahatan di jalanan (street crime) dan premanisme. Kemarin, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menegaskan, Polri telah mengungkap 4.572 kasus kejahatan di jalanan dan premanisme.



Menurut Kapolri, ribuan kasus tersebut merupakan hasil operasi yang digelar seluruh polda di Indonesia sejak 20 Januari hingga 12 Februari 2009.

Dari jumlah itu, Polri menjaring 13.150 orang sebagai tersangka. Namun, setelah diproses ditemukan 4.233 tersangka yang ditahan karena memenuhi unsur tindak pidana.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira menambahkan, ribuan kasus itu merupakan kejahatan copet atau jambret sebanyak 175 kasus, pemerasan atau premanisme 69 kasus, judi sebanyak 511 kasus, m
inuman keras 172 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) sebanyak 757 kasus, dan yang termasuk jenis kejahatan lain-lain sebanyak 2.620 kasus.

Dari operasi selama itu, kata Abubakar, polisi telah menyita barang bukti berupa uang rupiah sebesar Rp 1.984.890, senjata api sebanyak 16 pucuk, senjata tajam 239 buah, dan kendaraan bermotor sebanyak 353 buah. Selain itu, polisi juga berhasil menyita minuman keras sebanyak 29.632 botol, handphone sebanyak 422 buah, dan narkoba 690 buah, dan barang bukti yang termasuk kategori lain-lain sebanyak 14.844 buah.

Prestasi Tertinggi


Abubakar juga menjelaskan, prestasi tertinggi dalam menangani kasus kejahatan di jalanan dan premanisme masih dimiliki Polda Metro Jaya dengan jumlah kasus terbanyak, yaitu 868 kasus. Polda Metro Jaya berhasil menangkap 2.403 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 487 orang ditahan Polda Metro Jaya dan sebanyak 916 orang dibina.

Polda kedua terbanyak yang berhasil mengungkap kejahatan di jalanan dan premanisme adalah Polda DIY, yaitu sebanyak 684 kasus. Dari 684 kasus ini polisi berhasil menangkap 2.260 orang, 375 ditahan dan 1.880 dibina.

Peringkat ketiga diraih Polda Jawa Tengah dengan 543 kasus. Dari jumlah itu, polisi berhasil menangkap 2.221 orang, menahan 382 orang dan 1.339 dibina. (sko)

Readmore ""

Selasa, 17 Februari 2009

NARKOBA, SENPI, DAN PEMAIN LAMA

JAKARTA: Polisi mengerebek sebuah rumah di Perumahan Taman Daan Mogot Baru, Jalan Gilimanuk blok LA Nomor 3 RT 2/RW 17, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (17/2) sore. Dari penggrebekan ini polisi berhasil menangkap empat tersangka kasus sabu, menyita 15 kg sabu beserta tiga jeriken, masing-masing berisi 5 liter sabu cair.



Polisi juga menyita barang bukti berupa 2 pucuk senjata api jenis gas dan 1 pucuk senjata api jenis colt 38, dan 2 pucuk senjata api laras panjang. Selain itu, disita pula peluru sebanyak 50 butir.

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendra Joni, penggerebekan dilakukan oleh tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Polres Jakbar, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada sekitar pukul 16.00.

Dari keterangan para tersangka, polisi meluncur menggunakan empat mobil dinas menuju ke pabrik sabu yang beralamat di Perum Citra Raya Cikupa Blok B/11 Balaraja, Tangerang.

Dari sanalah kemudian penggerebekan mengarah ke sebuah rumah yang baru direnovasi dalam dua bulan terakhir di Kali Deres tersebut. Menurut warga, rumah tersebut diduga milik Joni alias Faruk alias Likuan. Hendra mengatakan, Joni terlibat dalam kasus produksi dan perdagangan sabu ini.

Sementara itu, pemilik rumah di Perumahan Taman Daan Mogot Baru, Lee Kwan belum bisa diketahui apakah terlibat atau tidak. Polisi hingga kini masih melakukan penggerebekan perumahan tersebut.

Penangkapan keempat DPO ini merupakan pengembangan dari penggerebekan pabrik shabu di Taman Mutiara Palem beberapa pekan lalu. Saat penggerebekan, polisi menahan 6 tersangka.

Salah satu pengungkapan kasus ini juga karena keberhasilan pengungkapan 'Malaikat Malam' yang membawa petugas ke lokasi. Setelah ditemukan, ternyata pabrik shabu tersebut berkedok warnet.(joe)

Readmore ""

GOLDEN CRESCENT DAN PERAN SINDIKAT NARKOBA AFRIKA BARAT

JAKARTA: Ternyata, telah terjadi pergeseran produsen dan juga pemasok narkoba di level internasional. Posisi golden traingle yang meliputi Thailan-Laos-Myanmar, kini memudar. Sebanyak 96 persen produk narkoba terbaru, ternyata dipasok dari golden crescent atau kawasan segitiga Afganistan-Iran-Pakistan.


Kenyataan ini diungkapkan konsultan ahli Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol (purn) Ahwil Luthan, dalam sebuah diskusi informal kejahatan narkoba di Jakarta, Senin (16/2).
Bahkan Ahwil menyebutkan, peranan 'Sindikat Afrika Barat' yang saat ini mendekam di penjara di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, sangat berpengaruh dalam peredaran narkoba di Indonesai dari pasokan golden crescent.
Menurut Ahwil, data 96 persen peredaran narkoba itu sesuai data Badan Dunia untuk Penanganan Kriminal dan Narkoba (UNODC) Asia Pasifik. Pergerakan sindikat dari golden crescent itu, terutama di Indonesia, saat ini sedang dalam pengawasan serius.
Selain dikendalikan pengedar asal Nigeria, sindikat ini dioperasikan sejumlah tersangka asal Afrika Selatan dan Kenya. "Heroin mereka disalurkan dari Afganistan, yang dikirim melalui India, lalu masuk Bangkok, kemudian melalui jalan darat ke Kuching, Malaysia, lantas masuk Indonesia lewat Pontianak," katanya.
Dalam aksinya, sindikat ini memilih menggunakan jalur darat karena kalau lewat bandara pengamanan lebih ketat. Sesampai di Indonesia, peredarannya kemudian dikendalikan dari Pulau Nusakambangan.(joe)

Readmore ""

Jumat, 06 Februari 2009

Berani Berubah Itu Perlu

Kemandegan suatu suasana, bisa menimbulkan permasalahan tersendiri. Karena itu, diperlukan keberanian untuk merubah situasi. Namun beranikah kita melakukan sebuah perubahan? Memang, ada pernyataan yang menyatakan bahwa berani berubah itu perlu. Yang menjadi permasalahan, untuk berubah diperlukan keberanian. Untuk menjadi berani, diperlukan berbagai perangkat, salah satunya, kesiapan mental menghadapi perubahan situasi dan efek-efek yang ditimbulkannya.

Saat ini, Crimenews akan melakukan sedikit perubahan. Baik dalam format bahasa, penampilan, maupun segmennya. Untuk segmen utama, crime tetap menjadi menu utamanya. Jika selama ini sesekali diselingi tata cara adegan seks sebagai bumbu bagi pembaca, kini akan ada lagi hal yang lain.

Lantas seperti apa perubahan itu? Inilah yang akan dihadirkan Crimenews dalam tampilan-tampilan berikutnya. Semoga, perubahan yang akan dilakukan redaksi Criemenews ini bisa menjadi wahana hijrahnya sebuah informasi yang lebih baik. Tentunya kita mengharapkan sesuatu yang baik bagi seluruh staf redaksi dan juga pembaca setia Crimenews. semoga

Readmore ""