JAKARTA-CRIMENEWS: Bukan zamannya lagi membekingi tindak kejahatan, termasuk membekingi aksi premanisme. Karena siapa pun yang menjadi beking, harus bersiap-siap berhadapan dengan polisi. Bahkan, polisi siap menembak para beking itu, termasuk jika yang menjadi beking adalah polisi sendiri.
Penyataan keras ini, disampaikan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Irjen Pol Susno Duaji, kepada wartawan di Mabes Polri, Selasa (4/11/2008).
"Kalau ada anggota yang membekingi atau menghalangi penangkapan pelaku kejahatan, kita akan tindak tegas. Kita dor. Karena anggota itu sama saja mbah-nya preman," katanya.
Susno menambahkan, siapa pun yang membekingi preman, maka dia adalah preman juga, tidak peduli berdasi, polisi, TNI maupun anggota-anggota lainnya.
Mengenai organisasi massa yang melakukan tindakan premanisme, Susno menjelaskan, polisi tetap akan menindak karena perilaku dari anggota ormas tersebut yang meresahkan masyarakat.
"Polisi tidak melihat bentuk atau apa itu ormasnya, kita tindak karena kelakuannya. Jadi murni yang kita tindak adalah manusianya," katanya menegaskan.
Sementara itu, puluhan orang, yang diduga sebagai preman yang dianggap telah meresahkan, terjaring operasi razia yang digelar aparat kepolisian di sejumlah titik keramaian di Jakarta Timur.
Menurut Kapolsek Metro Jatinegara, Polres Jakarta Timur, AKP Sriyanto, razia dilakukan selain sebagai operasi rutin pengamanan, juga untuk menekan tingkat kriminalitas. Razia digelar antara lain di Terminal Kampung Melayu dan Stasiun Kereta Api Jatinegara.
Polres Metro Jakarta Timur menerjunkan sekitar 100 aparatnya yang setara dengan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK), serta sejumlah kendaraan angkutan tahanan. (Joe)

0 komentar:
Posting Komentar