JAKARTA-CRIMENEWS: Liem Williem Singgih alias Wie Sing (52), otak pelaku perampokan 18 tempat kejadian perkara (TKP), tewas diterjang peluru tim gabungan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya di Surabaya, Sabtu (27/9) pukul 09.30 WIB.
Aksi penangkapan Wei Sing ini diwarnai tembak menembak sekitar setengah jam. Suasana sempat mencekam di sekitar TKP. Namun, polisi yang sejak awal telah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul, termasuk kontak fisik senjata api, bisa melokalisir tersangka dan melumpuhkannya.
Kasus perampokan terakhir yang diotaki Wie Sing, adalah perampokan toko emas di Semarang, pada 4 Juni 2008 lalu.
Pada tanggal 4 Juni 2008 lalu, terjadi perampokan di Toko Mas Bintang Mas Kranggan, Semarang. Saat itu, tiga orang tewas ditembak komplotan perampok serta sejumlah perhiasan emas dan uang senilai Rp 30 miliar dibawa kabur. Diduga kuat pelaku perampokan adalah kelompok Wie Sing.
Saat penggerebekan, Sabtu pukul 09.00 WIB, menurut Kepala Bagian Operasional I Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) Ajun Komisaris Besar Nelson P Purba, polisi mendatangi rumah kos Wie Sing, di Jalan Sidoluhur Nomor 31, Surabaya Utara, Jawa Timur.
Polisi kemudian memerintahkan yang bersangkutan keluar dan menyerahkan diri. Perintah polisi tidak diindahkan. Sekitar setengah jam kemudian, Wie Sing keluar. Namun, dia mencoba melawan petugas dengan menembak dan hampir meledakkan granat aktif yang memang disimpannya. "Petugas terpaksa menembaknya tujuh kali dan Wie Sing tewas seketika," kata Nelson.
Dalam penyergapan itu, lanjut Nelson, polisi menyita barang bukti berupa satu senjata api jenis Scorpion lengkap dengan magasin dan pelurunya, satu senjata api jenis pulpen, satu granat aktif, 30 peluru cadangan, dan 10 emas batangan.
Dua orang yang berada di lokasi kajdian, Rini (seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun yang tinggal bersama Wie Sing) serta Aldi, anak Wie Sing, yang tinggal di kamar kos lain, saat ini diperiksa polisi sebagai saksi.
Aldi diduga pernah membantu Wie Sing secara tidak langsung dalam perampokan, yaitu dalam mengamankan mobil milik tersangka dan membantu menyimpan barang bukti.
Nelson menambahkan, polisi sudah menemukan 18 TKP perampokan di wilayah Jateng, Jatim, Jabar, dan Bali oleh komplotan Wie Sing.
Jenazah Wie Sing kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo dan selanjutnya diotopsi di RS Bhayangkara, Surabaya. Setelah itu, jenazah diserahkan kepada keluarganya di Semarang, Jateng. (Joe)
0 komentar:
Posting Komentar